Peran Pemerintah Dalam Pengembangan Pariwisata
Dalam pengembangan kegiatan pariwisata diperlukan
pengaturan-pengaturan alokasi ruang yang dapat menjamin sustainable
developmant guna mencapai kesejahteraan masyarakat. Hal ini sesuai
dengan prinsip-prinsip dasar dalam pengembangan kepariwisataan nasional
yang bertujuan untuk meningkatkan sumber daya alam dan sumber daya
buatan secara berdaya guna, berhasil guna dan tepat guna untuk
meningkatkan kwalitas sumber daya manusia, mewujudkan perlindungan
fungsi ruang dan mencegah serta menanggulangi dampak negatif terhadap
lingkungan dan keamanan, oleh karena itu dibutuhkan strategi- strategi
khusus dari pemerintah kita untuk mengembangkan kepariwisataan nasional.
Karena dengan itu cara pengembangan dapat lebih mudah dilaksanakan oleh
pemerintah atau masyarakat luas.
Banyaknya kegiatan-kegiatan yang dapat
diambil dalam pengembangan pariwisata nasional kita, selain itu juga ada
banyak hal yang lainnya yang dapat menunjang perkembangan
kepariwisataan nasional kita di zaman era globalisasi ini.
Dalam pengembangan kegiatan pariwisata diperlukan
pengaturan-pengaturan alokasi ruang yang dapat menjamin sustainable
developmant guna mencapai kesejahteraan masyarakat. Hal ini sesuai
dengan prinsip-prinsip dasar dalam pengembangan kepariwisataan nasional
yang bertujuan untuk meningkatkan sumber daya alam dan sumber daya
buatan secara berdaya guna, berhasil guna dan tepat guna untuk
meningkatkan kwalitas sumber daya manusia, mewujudkan perlindungan
fungsi ruang dan mencegah serta menanggulangi dampak negatif terhadap
lingkungan dan keamanan, oleh karena itu dibutuhkan strategi- strategi
khusus dari pemerintah kita untuk mengembangkan kepariwisataan nasional.
Karena dengan itu cara pengembangan dapat lebih mudah dilaksanakan oleh
pemerintah atau masyarakat luas.
Banyaknya kegiatan-kegiatan yang dapat
diambil dalam pengembangan pariwisata nasional kita, selain itu juga ada
banyak hal yang lainnya yang dapat menunjang perkembangan
kepariwisataan nasional kita di zaman era globalisasi ini.
Dalam
pengembangan kegiatan pariwisata diperlukan pengaturan-pengaturan
alokasi ruang yang dapat menjamin sustainable developmant guna mencapai
kesejahteraan masyarakat. Hal ini sesuai dengan prinsip-prinsip dasar
dalam pengembangan kepariwisataan nasional yang bertujuan untuk
meningkatkan sumber daya alam dan sumber daya buatan secara berdaya
guna, berhasil guna dan tepat guna untuk meningkatkan kwalitas sumber
daya manusia, mewujudkan perlindungan fungsi ruang dan mencegah serta
menanggulangi dampak negatif terhadap lingkungan dan
keamanan, oleh karena itu dibutuhkan strategi- strategi khusus dari
pemerintah kita untuk mengembangkan kepariwisataan nasional. Karena
dengan itu cara pengembangan dapat lebih mudah dilaksanakan oleh
pemerintah atau masyarakat luas.
Banyaknya kegiatan-kegiatan yang dapat
diambil dalam pengembangan pariwisata nasional kita, selain itu juga ada
banyak hal yang lainnya yang dapat menunjang perkembangan
kepariwisataan nasional kita di zaman era globalisasi ini.
Penataan ruang
pada dasarnya merupakan sebuah pendekatan dalam mengembangkan wilayah
yang bertujuan untuk mendukung komisi, ekonomi, sosial budaya dan
lingkungan serta ditunjang dengan beberapa sarana prasarana demi
mendapatkan tujuan yang diinginkan oleh masyarakat dan pemerintah
nasional dalam pengembangan daerah-daerah pariwisata yang berada di
daerah kepulauan Indonesia.
Penataan ruang untuk menunjang kepariwisataan nasional
tidak hanya memberikan arahan lokasi investasi, tetapi juga harus
memberikan jaminan terpeliharanya ruangan/daerah pengembangan pariwisata
yang berkwalitas dan mempertahankan keberadaan objek-objek pariwisata
sebagai aset besar bangsa. Keterbatasan dukungan sarana dan prasarana
penunjang merupakan juga salah satu yang perlu mendapat perhatian.
Dimana dukungan sarana dan prasarana merupakan faktor penting untuk
keberlanjutan penyelenggaraan kegiatan pariwisata, seperti penyediaan
akses, akomodasi, angkutan wisata dan sarana prasarana pendukung
lainnya. Masih banyak kawasan wisata yang sangat berpotensi, tetapi
masih belum didukung oleh sarana dan prasarana yang memadai. Selain itu
sarana dan prasarana yang dibangun hanya untuk kepentingan likal saja,
belum dapat melayani kebutuhan penyelenggaraan pariwisata diluar lokasi.
Seperti misalnya penyediaan angkutan wisata hanya tersedia di area
kawasan saja, tetapi sarana angkutan untuk mencapai kawasan tersebut
dari akses luar belum tersedia.
Selain didukung oleh penataan ruang dan sarana-sarana
yang menunjang dalam kegiatan pengembangan pariwisata juga didukung ileh
beberapa sumber-sumber, yakni sumber daya manusia, sumber keuangan dan
sumber materi atau fisik. Ketiga sumber itu sangat berkaitan satu sama
yang lainnya. Oleh karena itu ketiganya harus benar-benar bisa
terpenuhi, karena pengembangannya sangat berpengaruh besar bagi
kepariwisataan nasional kita.
Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia,
dengan ± 18.110 pulau yang dimiliki dengan garis pantai 108.000 km
negara Indonesia memiliki potensi alam, keaneka ragaman flora dan fauna,
peninggalan purbakala, peninggalan sejarah, serta seni dan budaya yang
semuanya itu merupakan sumber daya modal yang besar artinya bagi usaha
pengembangan dan peningkatan kepariwisataan. Modal tersebut harus
dimanfaatkan secara optimal melalui penyelenggaraan kepariwisataan yang
secara umum bertujuan untuk meningkatkan pendapatan nasional dalam
rangka meningkatkan kesejahteraan manusia.
Meskipun demikian, sektor pariwisata sangat rentan
terhadap faktor-faktor lingkungan alam, keamanan, dan aspek global
lainnya. Contoh kerusakan alam adalah rusaknya terumbu karang hampir di
sepanjang pantai Indonesia, padahal terumbu karang dan segala kehidupan
yang ada didalamnya merupakan salah satu kekayaan alam yang dimiliki dan
tidak ternilai harganya. Manfaat terumbu karang yang adalah habitat
bagi sumberdaya ikan, batu karang,pariwisata dan juga melindungi pantai
wisata. Diperkirakan luas terumu karang yang terdapat di perairan
Indonesia adalah lebih dari 60.000 km2 yang tersebar luas dari barat
sampai timur Indonesia ( Walters, 1994 dan Suharsono 1998 ). Indonesia
merupakan tempat bagi sekitar 1/8 dari terumbu karang dunia ( Cesar,
1997 ). Apabila terumbu karang ini mengalami kerusakan tentunya akan
berdampak pada kegiatan kepariwisataan, misalnya Taman Laut Bunaken,
Taman Laut Gili Anyer, Banda, Komodo, dan sebagainya yang mengandalkan
keindahan terumbu karang.
Sebagai contoh lainnya perkembangan – perkenbangan
ekonomi, sosial, budaya, dan politik global mepengaruhi penyelenggaraan
kegiatan pariwisata. Contoh konkrit yang terjadi adalah adanya issue
terorisme telah mengakibatkan menurunnya minat para wisatawan untuk
berkunjung, sepeerti yang telah terjadi di Bali dimana tercatat jumlah
wisman yang datang ke Indonesia menurun sekitar 16,16% dari target yang
direncanakan. Bahkan peristiwa wabah SARS telah mengakibatkan penurunan
jumlah wisman yang cukup drastis.
Masih terbatasnya dukungan sarana dan prasarana dalam
menunjang kegiatan pariwisata telah mengakibatkan menurunnya daya tarik
obyek wisata. Pola pengelolaan kawasan wisata yang tidak menyaluruh (comprehensive)
telah menimbulkan dampak negatif yang mengakibatkan menurunnya daya
tarik obyek wisata, misalnya timbulnya kereusakan lingkungan,
meningkaatnya urbanisasi ke lokasi obyek wisata yang telah meningkan
permasalah sosial antara lain meningkatnya tindak kejahatan dan kegiatan
sektor informal yang tidak terkendali. Berdasarkan hal tersebut, perlu
ditetapkan kebijakan-kebijakan yang bertujuan untuk mendorong
pengembangan kegiatan pariwisata. Kebijakan-kebijakan tersebut harus
mengakomodir prinsip-prinsip pariwisata berkelanjutan seperti yang
tertuang dalam Pacific Ministers Conference on Tourism and Environment
di Maldivest tahun 1997 yang meliputi kesejahteraan lokal, penciptaan
lapangan kerja, konsevasi sumber daya alam, pemeliharaan dan peningkatan
kualitas hidup, dan equity inter dan antar generasi dalam distribusi kesejahteraan.
Dalam perkembangannya, prinsip-prinsip diatas telah di elaborasi menjadi partisipasi, keikutsertaan para pelaku (stakeholder)
kepemilikan lokal, penggunaan sumber daya secara berkelanjutan,
mewadahi tujuan-tujuan masyarakat, perhatian terhadap daya dukung,
monitor dan evaluasi, akuntabilitas, pelatihan serta promosi. Dalam
pengembangan kegiatan pariwisata diperlukan pengaturan-pengaturan
alokasi ruang yang dapat menjamin sustainable development guna
mencapai kesejahteraan masyarakat. Hal ini sesuai dengan prinsip-prinsip
dasar dalam penataan ruang yang bertujuan untuk meningkatkan
pemanfaatan sumber daya alam dan sumber daya buatan secara berdaya guna,
berhasil guna, dan tepat guna untuk meningkatkan kualitas sumber daya
manusia, mewujudkan perlindungan fungsi ruang dan mencegah serta
menaggulangi dampak negatif terhadap lingkungan dan mewujudkan
keseimbangan kepentingan kesejahteraan dan keamanan.
Dalam
pengembangan kegiatan pariwisata diperlukan pengaturan-pengaturan
alokasi ruang yang dapat menjamin sustainable developmant guna mencapai
kesejahteraan masyarakat. Hal ini sesuai dengan prinsip-prinsip dasar
dalam pengembangan kepariwisataan nasional yang bertujuan untuk
meningkatkan sumber daya alam dan sumber daya buatan secara berdaya
guna, berhasil guna dan tepat guna untuk meningkatkan kwalitas sumber
daya manusia, mewujudkan perlindungan fungsi ruang dan mencegah serta
menanggulangi dampak negatif terhadap lingkungan dan
keamanan, oleh karena itu dibutuhkan strategi- strategi khusus dari
pemerintah kita untuk mengembangkan kepariwisataan nasional. Karena
dengan itu cara pengembangan dapat lebih mudah dilaksanakan oleh
pemerintah atau masyarakat luas.
Banyaknya kegiatan-kegiatan yang dapat
diambil dalam pengembangan pariwisata nasional kita, selain itu juga ada
banyak hal yang lainnya yang dapat menunjang perkembangan
kepariwisataan nasional kita di zaman era globalisasi ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar